Isyo Hills Bird Watching · Kampung Rhepang Muaif
Hutan adat 19 hektar yang dijaga turun-temurun oleh Suku Namblong. Spot birdwatching terbaik di Kabupaten Jayapura — populer sejak 30 tahun lalu, kini diakui sebagai Top 50 Desa Wisata Nasional 2024.
4–6
Spesies Cendrawasih
84
Jenis Burung Tercatat
10'
Jalan kaki ke spot
Top 50
Desa Wisata
Nasional 2024
Kisah Isyo Hills
Pada 2015, Alex Waisimon — putra asli Suku Namblong — mengajak para pemilik ulayat untuk berhenti menebang kayu dan berburu di hutan ini. Ia melihat potensi besar yang tersembunyi: keanekaragaman hayati yang luar biasa, khususnya Cendrawasih.
Dengan memanfaatkan hutan bekas tebangan, Alex membangun pos pengamatan burung pertama di Isyo Hills. Dari inisiatif sederhana itu, lahirlah destinasi birdwatching yang kini dikenal wisatawan dari seluruh dunia.
Pada 2018, Bupati Jayapura menetapkan kawasan Bukit Isyo Rhepang Muaif seluas 19.000 hektar sebagai hutan adat yang dilindungi. WWF Indonesia mengakuinya sebagai Indigenous and Community Conserved Area (ICCA).
Kini, 84 jenis burung dari 31 famili telah tercatat di kawasan ini — termasuk 4–6 spesies Cendrawasih yang menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara.
Penghuni Isyo Hills
Spesies-spesies langka yang menjadikan Isyo Hills destinasi impian para birdwatcher dunia.
Paradisaea minor
Spesies ikonik dengan bulu dekorasi kuning-emas panjang. Tarian kawinnya yang megah menjadi daya tarik utama birdwatcher dunia.
Seleucidis melanoleucos
Unik dengan 12 bulu "kawat" di ekor. Endemik Papua dataran rendah — salah satu yang paling dicari oleh pengamat burung mancanegara.
Cicinnurus regius
Si mungil berkilauan merah-tembaga dengan ekor spiral unik. Meskipun kecil, ia adalah salah satu burung paling indah di dunia.
Spesies Endemik Namblong
Satu spesies Cendrawasih yang hanya bisa ditemukan di wilayah Namblong — sangat dicari oleh para pengamat burung dari seluruh dunia.
Tips & Panduan
Tiba dan check-in di Isyo Lodge. Istirahat cukup — Anda perlu bangun pukul 03.00 WIT. Briefing singkat bersama pemandu lokal Namblong.
Waktu terbaik mengamati Cendrawasih adalah subuh. Kenakan pakaian berwarna gelap, siapkan kamera dan binokular, ikuti pemandu lokal.
Jarak dari Isyo Lodge ke pos pengamatan hanya 10 menit berjalan kaki melewati jalur hutan yang telah ditata. Ada 4 pos pengamatan di ketinggian berbeda.
Saat matahari terbit, Cendrawasih mulai melakukan tarian kawin yang spektakuler. Momen yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Jelajahi jalur trekking, kunjungi Sekolah Alam Yombe Yawa Datum, nikmati masakan Namblong di Sming Dam, atau belanja Noken di Rumah Kbo.
Waktu Terbaik: Maret – November
Musim kering = jalur lebih mudah, Cendrawasih lebih aktif
Pemandu Lokal Wajib
Semua kunjungan dipandu putra-putri asli Suku Namblong
Reservasi Wajib di Awal
Pemandu dan kamar cepat penuh di musim ramai — pesan jauh hari
67 km dari Bandara Sentani
± 1,5 jam perjalanan darat, pemandangan indah sepanjang jalan
Jelajahi Juga
Setelah menyaksikan Cendrawasih, lanjutkan petualangan Anda di sungai-sungai jernih hutan adat Namblong bersama pemandu lokal.